Monday, 13 November 2017





#065 Penasaran dengan Kota Jakarta Setelah 2 Tahun Ditinggal





Hari ini sengaja saya mengajak akira jalan2 keliling melihat kota jakarta yang berbeda dengan 2tahun yang lalu.. karena saya berpikir nya, transportasi yang akan saya naiki pada hari ini pas sangat lowong alias leluasa dan sepi (tidak bejubel). Start dari jam 4 sore saya keluar dari rumah, lalu naik angkot menuju stasiun bojong gede..

Tak lama kemudian kereta jurusan jakarta kota tiba di stasiun bojong gede jam 16.20. Lanjut kami naik kereta commuter line sampai di stasiun manggarai, semua gerbong kereta sangat kosong.. akira pun tertidur di samping saya.. Di manggarai, sudah tampak berbeda dengan 2tahun yang lalu, taman nya tampak hijau sekali, lalu ada pembangunan tiang untuk jalur kereta LRT. Kami pun lanjut naik kereta menuju bekasi dan berhenti di stasiun jatinegara. 

Commuter line menuju bekasi pun tampak kosong. Sepanjang perjalanan dari bekasi menuju jatinegara, tampak pembangunan tiang-tiang untuk kereta LRT (bener apa tidak, tolong dikoreksi). Saya melihat pembangunan transportasi jakarta, wow!! 😱 saya jadi ingat ketika kemarin saya melayat ke rumah om saya di duren sawit, ternyata ada juga pembangunan tiang2 transportasi di atas kali malang.. Waktu saya kuliah dulu, sebetulnya sudah ada tiang transportasi ini di kali malang, cuman pembangunan nya terhenti dan tidak dilanjutkan..  dan sekarang seperti nya dilanjutkan kembali.. di jatinegara, saya biarkan anak saya melihat kereta jawa.. lanjut kemudian saya ajak anak saya naik busway.. 


start naik busway dari jam 18.00, saya menggunakan kartu flazz saya. Satu kartu bisa dipakai untuk 2orang. Biaya nya pun 3500.. bila ingin top up ternyata ada biaya tambahan 2000. Minimal top up 20rb. Pada saat itu, mau isi ulang, sedang tidak online, untung kartu flazz saya masih bersisa 12500 dan masih bisa digunakan untuk 2orang. Kemudian saya memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung melayu.. di halte jatinegara ini cukup sempit, penumoang yang menunggu pun sedikit. Saya memperhatikan sekeliling halte ini.. mencari informasi yang bisa saya cari.. ternyata pintu untuk menuju kampung melayu ada di sebelah kiri. Lalu saya melihat ada monitor tergantung diatas, yang menunjukkan informasi datang nya bis. Misalnya bis menuju kampung melayu tiba dalam waktu 1menit lagi. Berikut nya akan tiba 8menit lagi.. dan begitu informasi nya.. Kemudian bis menuju halte kampung melayu tiba.. ternyata petugas penjaga pintu transjakarta nya memegang sebuah papan bertuliskan "kp melayu". Petugas nya adalah laki-laki. Transjakarta yang saya lihat kali ini juga berbeda dengan transjakarta 2 tahun yang lalu.. warna nya biru, cakep, bagian atas nya juga ada tulisan jurusannya : "pulo gebang - kp melayu".

Ketika masuk bis, saya pun melihat tempat duduk bis nya berbeda dengan 2tahun yang lalu.. 2tahun yang lalu, kursi nya disusun berderet seperti kereta commuter.. tapi kali ini kursi nya dibuat menghadap ke depan dengan susunan 2-2.. tersedia juga ruangan untuk orang yang menggunakan kursi roda.. bagi perempuan bisa duduk di bagian depan sebelah pintu masuk dan bagi laki bisa memilih duduk di bagian belakang dari pintu masuk..
Tiba di halte kampung melayu sktr pukul 18.10, cepat memang karena transjakarta ini melewati jalur khusus busway. Jadi bebas macet. Angkot dan motor pun tidak ada yang masuk dan melewati jalur busway. 


Setiba di kampung melayu, saya berganti transjakarta (kampung melayu adalah halte transit transjakarta). Saya naik transjakarta menuju halte terakhir yaitu pgc. Sudah ada transjakarta jurusan pgc yang menunggu, pas kami masuk, kursi yang tersedia sudah terisi penuh dengan penumpang. Penjaga pintu transjakarta mengatakan "bila ingin duduk, tersedia transjakarta yang ada di belakang yang masih kosong". Saya pun menoleh ke belakang, oh ternyata memang tersedia transjakarta yang standby di belakang transjakarta yang sudah saya naikin.. kami pun keluar dan menunggu transjakarta berikut nya agar bisa duduk. Ketika transjakarta nya sudah berangkat, kami pun naik transjakarta berikut nya.. kami memilih tempat duduk di bagian depan. Namun kali ini, kursi nya tersusun berjajar saling berhadapan.. Saya memilih duduk di sebelah kiri karena saya ingin melihat dan menunjukkan tempat kerja papa akira. Kantor nya masih tampak seperti yang dulu.. ☺️

Karena niat saya hanya ingin keliling melihat kota jakarta, maka saya pun berniat berhenti di halte bnn.. Dari kampung melayu menuju bnn, suasana jalan otista masih seperti yang dulu, tidak ada perubahan.. Dari halte bnn, saya pun membaca petunjuk yang tertera di bagian atas halte. Tujuan mana yang akan saya lalui. Saya pun hendak memilih untuk melewati daerah cawang dan mt haryono karena sudah lama sekali saya tidak melewati dan melihat daerah itu.. di halte bnn itu, terdapat 2 halte lajur kanan dan kiri. Bila kita ingin ke arah cawang, maka kita perlu berjalan melalui jembatan tanpa keluar dari halte.. Di dalam halte bnn yang sebelah kanan juga ada monitor yang menunjukkkan no transjakarta, jurusan dan menit ke berapa akan tiba di halte yang kita tunggu saat ini.. di halte bnn ini, ada no transjakarta 9A, 9B, dan lain nya dengan jurusan berbeda..

Saya memilih naik transjakarta dengan urutan no 1 yang tiba di halte ini, yaitu no 9A jurusan grogol 2. Tak lupa, saya bertanya dulu dengan penumpang lain, apakah dari grogol bisa ke hi atau tidak (karena niat awal saya adalah mau melihat bundaran hotel indonesia). Kata orang tersebut dari grogol 2, nanti bisa transit ke halte harmoni, dari harmoni nanti bisa ke HI. Saya melihat jam tangan saya. Waktu menunjukkan pukul 18.20 di bnn.. saya melanjutkan jalan menuju cawang, mt haryono, lalu menuju ke grogol. Sepanjang perjalanan saya melihat ada pembangunan jembatan untuk LRT jabodetabek.. untuk bangunan yang lainnya, saya masih melihat seperti yang dulu.. Cukup cepat juga naik transjakarta di malam lebaran ini, selain penumpang nya tidak penuh, bis nya pun terasa adem, karena sudah menggunakan ac, kami pun duduk, dan rasa nya saya lega dan sangat menikmati perjalanan kami ini. Di dalam transjakarta 9A ini, kami memilih duduk di kursi yang paling depan. Agar saya bisa melihat suasana kota jakarta. Saya melihat plaza semanggi, senayan, kantir dpr, rumah sakit kanker darmais, rumah sakit jangung harapan kita, dan lanjut sampai taman anggrek, dan mall ciputra. Ternyata mall taman angrek itu besar sekali, di sebelah nya juga sudah ada mall yang tak kalah hebat dan bagus nya ketika saya melihat di malam hari. Wow, amazing bagi saya!!!


Jam 18.50 saya pun sudah tiba di grogol 2, cepat benar memang naik transjakarta, selain nyaman, enak dan bebas hambatan, saya pun jadi tidak pulang kemalaman.. saya pun mengatur ulang rencana dan niat saya yang ingin melihat bundaran HI mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Rencana saya, saya review ulang, dan saya ganti menjadi kembali ke stasiun  harmoni. 
Halte grogol juga merupakan halte transit, saya pun berjalan menaikki tangga menuju halte yang jurusannya menunjukkan harmoni. 


Lalu, ketika saya sudah di depan pintu tunggu halte, kembali saya membaca petunjuk yang ada di layar monitor, di situ bertuliskan jurusan harmoni tiba 8menit lagi. Jurusan pasar baru tiba dalam waktu 1 menit. Lalu saya memilih naik transjakarta yang menuju pasar baru dan saya niatkan untuk turun di juanda. Sampai di juanda, kami keluar halte, lalu melanjutkan perjalanan naik kereta. Sebelumnya kami mampir ke indomaret point untuk membeli makan malam.. Di indomaret point di juanda ini menyediakan bento box dan makanan lainnya.. Akira memilih membeli makanan bento ebi furai. Dan saya membeli donat.

(Aah, tetiba sudah ngantuk ^0^)
Dan kami pun pulang dengan naik kereta menunggu di Juanda, makan malam pun kami lakukan di dalam kereta. 

Sudah dulu ya cerita explore jakarta selepas kedatangan saya dari negeri sakura. Jadi seneng banget, lihat perubahan jakarta yang wow ini.

Jakarta, 27 Juni 2017

#064 Jangan Berhenti untuk Belajar



Hari itu sangat melelahkan.. hujan di sore hari, dengan suara guruh yang besar dan menakutkan, aku melanjutkan dan memutuskan untuknsegera pulang ke rumah.. walaupun masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikam, namun aku berpikir untuk segera pulang, karena khawatir ada kendala di perjalanan jika hujan sore seperti ini.. setidaknya aku berpikir tiba di rumah lebih awal, merupakan hal yang sangat baik dan aman dibandingkan jika menunda nya. Karena kita belum tahu, apa yang akan terjadi diperjalanan jika hujan deras seperti ini.. ku langkahkan kaki ku, ku lewati aliran air yang sudah nampak membanjiri jalanan dindepan kantor. Sambil menggunakan payung besar dan baru dari hasil menghadiri diklat, alhamdulillah langkah kaki menuju bajaj sudah dijalanin.. jalanan macet, ya, tapi sebentar, karena aku lebih dahulu absen keluar kantor dibanding yang lain.. walau hujan membasahi jalanan, namun mobil dan motor pegawai kantor belum nampak terlalu padat dan terhambat karena banjir.. setiba di juanda, ku lihat dashboard, kereta bogor berada di mangga besar. Langsung aku menunggu nya datang. Terlihat sepi di peron juanda, begitu pula ketika kereta datang, gerbong wanita dan gerbong sembilan pun tampak sepi.. aku pun duduk, lalu terlelap hingga stasiun bojong.
Sampai di rumah, lelah pun terhapus dengan muka ceria dan sambutan anak-anak, disambung dengan guyuran air yng mengalir di seluruh tubuh, hangat berasa hingga ke ubun-ubun., segar, itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan hati dan perasaan saya pada saat itu.. tubuh yang bersih dan segar membuat hati kita pun merasa cerah dan senang.. 
Duduk saya di meja makan, akira pun menemani saya.. saya ingat, besok dia ada ujian tematik 3. Lalu saya ambil buku tematik 3 nya, sambil ku buka secara random halaman buku nya, lalu apa yang ku lihat dan ku dapat dari halaman buku pelajaran itu, saya minta dia untuk melakukan sesuai dengan perintah yang tertuang di buku. Bila ada wacana bacaan, maka saya minta dia untuk membaca, bila ada berhitung, maka saya minta dia untuk berhitung.. saya hanya memantau dan meilihat semua yang dia kerjakan.. tetiba duduk si adik, akari bersama papa nya di atas meja untuk melanjutkan pr yang di dapat dari sekolah.. kami pun juga membimbing dan melihat apa yang adik nya kerjakan.. begitulah, mereka mengerjakan tanpa unsur paksaan, tanpa unsur emosi. Semua dikerjakan tulus dan senang hati. Bila lelah maka, saya biarkan mereka untuk berhenti. Cukup dan sesuai kemampuan saja, tidak ada target yang ingin dicapai dan diharapkan dari anak-anak saya. Yang penting belajar itu bagian dari kesenangan mereka saja, bukan unsur paksaan dan keinginan saya dan suami..

Lalu setelah selesai, kami pun melanjutkan makan bersama. Meja inilah menjadi saksi bisu kebersamaan kami.. di sini lah kami makan bersama, ngobrol bersama dan bekerja serta belajar bersama.. meja kayu yang mungil, namun cukup memenuhi kebutuhan kami untuk saling berkumpul bersama..

Meja kayu dengan 4 buah kursi yang saling berhadapan, membuat kami untuk membuka komunikasi antara orang tua dan anak-anak.. jendela komunikasi kami terjalin ketika kami memiliki waktu yang efektif ketika bersama anak-anak.. sangat efektif ketika pulang dari kerja dan sebelum berangkat kerja. Tidak perlu banyak waktu untuk berada di rumah, namun secara nyata waktu bersama anak malah tidak ada, ntah kadang-kadang malah kita lupa kita berada di rumah, namun anak ntah berada di mana, sampai waktu makan anak pun terlupakan. Hoh, kembali lagi, di sinilah kebersamaan kami dalam waktu yang sempit ini, walau waktu nya sempit namun kedekatan kami sangat besar, yang penting waktu kebersamaan kami efektif dan berkualitas.


Meja makan kayu, engkaulah saksi bisu kebersamaan kami.

Anak-anak pun terlelap.
Saya dan suami melanjutkan pekerjaan kantor. Ya bisa dikatakan pr, seperti hal nya pr anak-anak yang di dapat dari rumah. Deadline pekerjaan kantor yang menunggu, membuat otak kita untuk selalu berpikir agar kita tidak menjadi pikun dan pelupa.. 
Duduk di meja, dengan menaruh enam buah apel yang membantu menambah nutrisi otak untuk terus aktif dalam berpikir, berinisiatif dan mengembangkan daya ingat. Jangan lupa kopi dan minuman lain, agar tak tersedak dalam menelan apel. Selamat melanjutkan pekerjaan anda, selamat menggigit apel, dan selamat berkumpul bersama keluarga. 

Sebagai selingan, di sore yang hujan ini mengingatkan saya dengan dengan lagu D'Cinnamon, selama nya cinta.
Lagu dengan lirik biasa, namun sendu.


Bojong gede, 13 Nopember 2017

Monday, 13 March 2017

#063 Hidup Tentang Solusi

Hidup Tentang Solusi


"Jangan pernah malas untuk terus belajar, belajar dan belajar. Sebab kesuksesan itu harus dijemput bukan datang tiba-tiba"

"Sebodoh-bodohnya kita, dengan semangat dan ada keinginan untuk terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik, maka Allah akan memberikan jalan keluar sehingga kita akan menjadi lebih baik, berkembang"

Kadang kita menemui sebuah masalah yang belum kita temui solusi nya. Namun, cobalah untuk menceritakan hal tersebut kepada orang terdekat dengan kita. Cerita tentang permasalahan yang kita hadapi kepada nya. Terkadang, tanpa kita sadari, solusi tersebut datang dari diri kita sendiri. Sebetulnya itu bukan sebuah masalah, hanya saja terkadang kita hanya kurang paham, kurang detail dan bisa jadi kurang teliti terhadap masalah yang kita hadapi.

Ilham dan solusi itu datang dari Allah yang secara tidak langsung akan diberikan melalui seorang teman, bisa jadi sebuah media yaitu buku, televisi atau pesan dari media sosial.

Kadang juga, menceritakan sesuatu hal itu juga akan berdampak bagi orang lain, mudah-mudahan kita juga sebagai pendengar tidak ikut hanyut ke dalam nya alias masalah dia cukup kita dengarkan saya dan tidak menjadi masalah juga di kehidupan kita sendiri.

Percayalah semua itu terbaik bagi Anda dari Allah. Dan semua masalah ada jalan keluar nya. Amin..

Salam mawas

#062 Salju

Salju



Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya dengan salju. Kali ini salju di kofu datang lebih awal yaitu bulan November 2016. Berbeda dengan tahun lalu, ketika kami baru datang dan sampai di Jepang bulan Juli 2015, memasuki musim dingin bulan nopember, lalu desember 2015, salju juga belum turun. Anak saya Akira selalu bertanya-tanya kepada saya dan papa nya "Kapan salju nya?, "Pengen lihat salju", "Pengen main salju". Begitulah anak-anak. Mereka hanya ingin melihat dan penasaran dengan sesuatuyang belum mereka lihat, pegang dan belum mereka rasakan. Jadi rasa penasaran itu besar, sehingga selalu bertanya-tanya kepada kami. Hihihihihi, memang saya dan papa Akira bisa menciptakan salju? Memang saya dan papa Akira bisa menebak salju bisa datang kapan? Ya, nggaklah ya. Saya juga dulu sempat bertanya sama papa Akira juga kapan salju turun. Namun, jawab papa Akira, "Tidak tahu". Lha, saya balik tanya lagi, "Kok bisa tidak tahu?", "Ya memang tidak tahu, tergantung suhu dan cuaca nya". Hehehehehe, ya begitulah cerita nya, sehingga saya pun tercengan dengan jawaban papa Akira yang tidak tahu. 

Salju di Jepang ini turun nya tidak menentu. Apalagi saya yang tinggal di kofu, Yamanashi. Tempat yang pasti turun salju untuk tiap tahun nya adalah Hokaido dan di puncak Gunung Fuji. Untuk tahun ini saja, di Kofu, Yamanashi hanya beberapa kali turun salju dan itu pun tidak sebanyak dan setebal di Hokkaido. Kalau di Hokkaido, salju turun sangat tebal dan bisa hampir tiap hari. Begitu juga di Gunung Fuji, Kawaguchiko. Kalau sudah memasuki musim gugur dan musim dingin, lokasi Gunung fuji ditutup, kita tidak diperbolehkan datang dan mendaki Gunung Fuji, karena salju nya membuat jalanan llicin dan berbahaya. Kalau dari tempat tinggal saya, sudah terlihat puncak Gunung Fuji yang sudah bersalju. Sangat indah sekali dan menjadi simbolik Gunung Fuji. Jika ingin mendaki Gunung Fuji, maka waktu yang tepat adalah pada musim panas, yaitu bulan Juli dan Agustus. Selebihnya gunung Fuji di tutup. Dan saya sendiri belum punya pengalaman mendaki ke puncak Fuji (Sekarang jalan menanjak saja, saya sudah ngos-ngosan apalagi ditambah suhu dingin, sekarang sudah tidak kuat. Dan kadang, kalau saya sudah berjalan lambat, anak saya yang gadis, menarik tangan saya agar saya berjalan lebih cepat dan bersemangat!!! :) )



Oh iyah, kembali lagi ke cerita salju. Senang sungguh sangat senang kalau bisa ketemu dan melihat salju, serta bermain salju seperti yang dilihat ditelevisi atau di film-film. Karena di tempat tinggal saya sendiri di Indonesia tidak ada salju, salju adanya hanya di pegunungan di Papua. Kami di Jepang sempat bermain bermain salju 2x yaitu pada bulan Januari 2016 dan bulan Februari 2017. Pernah juga salju turun di bulan Nopember 2016 dan bulan Januari 2017 tapi tidak sebanyak di bulan Januari 2016 dan Februari 2017. Saya dan anak-anak kalau bermain salju, hanya bermain lempar-lempar saja. Untuk membuat boneka salju yang besar, kami tidak sanggup. Kami hanya membuat boneka salju yang kecil, sebisa tangan kami saja. Hehehehehe.. Karena saya sendiri tidak kuat dingin dan tidak kuat memegang salju yang dingin.

Main-main sama salju nya bisa dilihat di fesbuk saya ini, ini dan ini. Ada banyak, hehehehehe..

Pengalaman saya dengan turun nya salju yaitu alhamdulillah senang, senang pada saat salju nya turun, jadi kita bisa merasakan dan memegang salju serta bisa membuat boneka salju. Tapi kalau salju nya sudah tidak turun lagi, maka salju akan mengeras di tempat, membuat jalanan semakin licin. Salju harus segera dibersihkan beberapa jam atau sehari setelah salju tidak turun lagi. Salju yang mengedap di jalanan atau ditanah yang sudah lama, maka akan sulit dibersihkan karena salju nya sudah menempel dan mengeras. Apalagi kalau salju nya tidak terkena sinar matahari, maka sangat sulit untuk mencair sendiri. Buanglah salju menggunakan skop ke pinggiran jalan atau ke aliran air yang mengalir, karena salju yang terkena air akan mudah mencari dan mengalir. 

Cara membersihkan salju anak-anak bisa dilihat di link ini

Papa Akira mengajarkan kepada kami untuk membersihkan jalanan depan rumah kami dari salju yang turun. Karena kalau tidak dibersihkan, maka jalanan akan semakin licin, dan membuat kita terpeleset. Oh iyah, jangan iseng untuk jalan diatas salju yang sudah lama mengendap di jalanan, soalnya pengalaman anak saya, Akari jatuh dan terpeleset sehingga kaki nya menjadi lecet dan berdarah. Hindari salju yang sudah mengendap. Mengendarai mobil diatas salju yang sudah mengendap juga berbahaya. Alhamdulillah, roda mobil kami tidak perlu diganti dengan yang khusus buat menghadapi jalanan bersalju, karena salju di sini turun nya jarang sekali dan tidak begitu banyak. Sangat berat sekali membersihkan salju yang sudah menempel di jalanan dan tidak terkena matahari karena salju nya sudah sangat mengeras. Saya melihat temen-teman kampus papa Akira membersihkan salju yang di tempat parkiran kampus yang sudah mengendap selama 2 minggu. Wow, berat sekali membersihkan nya. (Saya hanya melihat saja dari kejauhan, pada saat itu saya sedang menjemput anak ke sekolah).

Sudah ya teman-teman cerita tentang salju nya.. Begitulah, salju ada enak dan ada tidak enak nya juga.. Begitula juga dengan kehidupan masing-masing orang, pasti ada sesuatu yang dialami bergelombang dan tidak selalu datar alias flat.

Kofu Shi, Yamanshi Ken. Maret 2017

Salam Mawas

Thursday, 2 March 2017

#061 Mampir ke Green House Strawberry

Mampir ke Green House Strawberry



Tanggal 8 Februari 2017, setelah makan bareng dengan Palpasa di restoran India, Himalaya, deket Aeon Mall, pas jalan menuju Aeon Mall, kita mampir sejenak ke Green House Strawberry yang berada dekat sekali dengan Aeon Mall. Jadi kalau mau ke sini, bisa naik bis dari stasiun kofu dengan kocek 210yen per orang, ambil jurusan bis yang langsung ke Aeon Mall. Nanti akan turun di Aeon Mall pintu barat, lalu kita menuju ke pintu timur, tinggal jalan kaki, pasti ketemu dengan green house nya tanaman strawberry. Lalu masuk saja. Nanti di sana ada tanaman strawberry banyak dan berjajar dan ada tempat duduk nya juga kalau mau menikmati buah strawberry sepuasnya.



Pas kita datang ke sini, ada orang dari luar yaitu orang cina, yang sudah makan strawberry sepuas dan sekenyangnya di sini. Untuk makan di sini sepuasnya, kita perlu mengeluarkan kocek sebesar 1650Yen per orang untuk batas umur SD ke atas. Dan untuk yochien alias TK, per anak dikenakan biaya sebesar 1400Yen untuk makan dan metik sendiri sepuasnya di sana. Akan disediakan gunting dan kotak kecil untuk memilih dan memetik sendiri, di lorong mana saja. Tapi semua strawberry nya harus dihabiskan di sana juga, tidak boleh dibawa pulang, apalagi dibungkus. Hihihihi.. Kalau mau membawa pulang untuk dibungkus, kita perlu mengeluarkan kocek lagi sebesar 750Yen. Nanti pemilik kebun strawberry nya akan mencarikan strawberry nya lalu mempacking nya. Isi strawberry nya ada sekitar 20buah. Makan buah strawberry nya langsung dari tanamannya serasa segar sekali. kalau sudah memesan untuk membawa pulang, maka kita wajib membayar dan tidak boleh cancel atau batal.


Disini ada banyak sekali lorong strawberry nya. Pada saat itu saya awalnya hanya ingin melihat saja kebun strawberry green house ini. Tapi berhubung strawberry nya segar-segar dan menggoda selera, akhir nya saya membeli untuk membawa pulang. Di sini hanya boleh melihat-lihat saja, memetik untuk mencicip satu saja pun tak boleh, kwkwkwkwkwk.. Mencicip satu itu artinya sama saja, membeli untuk makan di sana sepuas nya. Hehehehehe.. Saya sempat bilang sama pemilik nya, kalau saya ingin memetik satu saja lalu mencicip nya. Kemudian, pemilik kebun tidak mengizinkan. Pada saat itu beliau sedang memetikkan buah strawberry yang saya beli untuk bawa pulang. Lalu beliau bilang kalau beliau sibuk, dan buru-buru. Hehehehehe.. Memanglah, karakter orang jepang bekerja, bekerja saja tidak butuh mengobrol dengan orang lain. Waktu sangat bermanfaat dan berguna sekali bagi mereka. Sangat tidak ingin menyia-nyiakan waktu. 


Akhirnya saya hanya tersenyum doang, melihat dan memotret tanaman strawberrry nya. Kalau mau makan, ya saya makan yang saya beli untuk bawa pulang itu. Hihihihihi.. Di sini juga bisa beli dalam jumlah besar. Yaitu ukuran satu box atau sesuai selera kita. Nanti akan dikirim dari tempat ini langsung. Jadi kita hanya membayar biaya strawberry dan ongkos kirim nya. Nanti strawberry nya akan dikirim ke tempat yang mau kita tuju. Gampang kan. 



Pada saat saya ke sana dan membayar, ada nenek-nenek yang membeli satu kotak besar strawberry yang mau dikirim ke kota lain. Jadi nenek tersebut membayar buah strawberry dan ongkos kirim saja.  Nenek hanya diberikan struk atau nota pengiriman. 



Kami di sini hanya sebentar, sekitar 30 menit. Tempat nya juga tidak terlalu besar. Sepulang dari sana, kita langsung menuju Aeon Mall dan pulang. Pas pulang, anak-anak langsung menyantap strawberry nya. Strawberry yang saya beli ini hanya bertahan 2hari saja. Karena anak-anak pada menyukai nya. Isi satu pak nya bukan seperti gambar ini ya.. Karena ini adlah sisa, ya sekitar 20buah gitu. Foto diambil pas besok pagi nya.. Sore-sore pas pulang, langsung dimakan sama anak saya. Alhamdulillah kalau anak-anak saya suka buah.



Salam dari kami semua,

Mawas Diri,

-- Mitna Maimunah, Akira Wicaksana, Yunarso Anang Sulistiadi, dan Akari Sepnita --

Kofu Shi, Yamanashi Ken, Japan Maret 2017



Thursday, 23 February 2017

#060 Celotehku Tentang Kehidupan di Jepang

Celotehku Tentang Kehidupan di Jepang


Kadang-kadang temen-temen pasti senang lihat foto-foto orang lain yang bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa berfoto di tempat A, di tempat B, atau bisa melihat orang lain bisa menikmati makanan A, makanan B atau bisa melihat orang lain bisa menikmati salju, bunga sakura, bunga tulip, melihat hanabi, melihat pertunjukan sumo dan kabuki dan lain sebagai nya.

Seperti hal nya saya, saya yang dulu nya tidak pernah bermimpi untuk tinggal di Jepang, saat ini sedang merasakan hidup di Jepang. (Impian saya itu hanya pengen pergi ke tanah suci menjalankan ibadah haji dan pengen ke negara Mesir untuk melihat negeri kuno dan Piramid nya, walaupun sampai sekarang masih terbayang-bayang dalam keadaan takut untuk melihat patung besar si spinx dan Piramid nya yang besar sekali, belum lagi suhu nya yang panas banget. Semoga suatu saat nanti terkabul untuk datang ke dua tempat tersebut). Kalau belum merasakan dan benar-benar belum tinggal di tempat itu, memang kita pasti merasa senang karena yang kita lihat hanya baik dan bagus nya saja. Apalagi yang diperlihatkan oleh orang tersebut adalah yang bagus nya saja. Sebetulnya, semua orang itu pasti melewati masa senang dan masa kurang menyenangkan saja. Namun, sebaik-baiknya orang adalah yang pintar menutup atau menyimpan sesuatu yang jelek dan menunjukkan sesuatu yang baik agar dapat memberikan sisi positif bagi orang lain. Sibuklah dengan kebaikan dan ambilah sisi positif dari orang lain. Jangan biarkan hati hanya sibuk mencari kesalahan dan keburukan orang lain. Dulu saya pernah menceritakan tentang apa yang saya kagumi dari jepang di link ini

Mungkin untuk yang hanya mau liburan di Jepang, pasti datang ke Jepang itu asyik dan menyenangkan. Kita hanya melihat dan menikmati sesuatu yang bagus nya pada saat itu. Mengunjungi tempat yang terkenal dan menikmati makanan yang enak walau harga nya mahal sekalipun. Ya kapan lagi bisa ke jepan, nikmati semua dengan waktu yang sedikit ini. Namun, seperti saya yang hanya tinggal sementara di Jepang. Bukan sekedar liburan dan bukan juga untuk menetap lama, rasa nya menjadi tanggung begitu untuk menikmati kehidupan di Jepang. Ingin memiliki peralatan rumah yang lengkap seperti orang yang menetap di Jepang, rasa nya tidak mungkin karena barang-barang tersebut tidak mungkin dibawa pulang ke tanah air. Tapi kalau tidak memiliki barang tersebut, rasa nya sulit sekali bertahan hidup dan beradaptasi. Contoh nya saja, pada saat musim dingin, saya tidak memiliki banyak baju dingin, mau membeli baju dingin, harga nya lumayan mahal, lalu baju dingin yang berat-berat tersebut tidak mungkin dibawa ke pulang ke tanah air. Tapi kalau tidak memiliki, maka terasa sekali dingin nya yang masuk ke tubuh. Tubuh rasanya sulit bertahan. Selain baju juga butuh penghangat ruangan. Nah, kalau mau beli penghangat ruangan di setiap ruangan, tapi ya itu, harga penghangat ruangan nya juga mahal. Tidak mungkin semua ruangan saya fasilitasi dengan penghangat. Jadi di dapur saya tidak ada penghangat jadi saya tidak bisa lama-lama di dapur. Belum lagi listrik dan bahan bakar nya yang lumayan tinggi. Nah, untuk orang yang hidupnya hanya untuk liburan, mereka bisa menyewa saja ruangan kecil, lalu menggunakan penghangat yang tersedia, dan menikmati nya hanya sebentar, tanpa harus memikirkan biaya listrik dan sebagainya. Begitupula dengan yang tinggal lama. Jadi bisa beli barang yang dapat digunakan secara terus-menerus, tanpa mubazir. Karena tiap tahun akan melewati hal seperti itu terus menerus.

Kalau saya dan temen-temen saya terbiasa dengan kehidupan hangat. Menghadapi hidup dingin di Jepang ini sangatlah sulit karena dingin nya dingin banget dan tiap hari. Belum lagi angin kencang. Saat ini angin kencang sering banget berhembus, paling sering di bulan Februari. Pada waktu masuk musim gugur menuju musim dingin, paling sering turun hujan. Hujan nya paling sering turun di malam hari. Kalau angin kencang sekarang tidak menentu. Kadang siang, kadang malam. Saya lebih suka berada di dalam rumah dibandingkan berada di luar. Walaupun sudah pakai sarung tangan, jaket tebal dan syal, kadang masih kurang cukup menghadapi suhu dingin disini. Rasa nya pengen ngabur kalau musim dingin. Lebih enak musim panas. Tapi musim panas ini tidak selama musim dingin. Paling panas itu di bulan Juli Agustus. Beuhh, panas nya hebat. Tapi saya masih bisa bertahan, karena kita biasa tinggal di tempat yang panas. Musim dingin, rasa nya lama banget melewati nya. Mulai dari bulan 11 hingga nanti bulan 4, seperti yang saya rasakan tahun lalu. Saya merasa dingin itu dimana-mana sama. Waktu di Indonesia saya juga pernah merasa sedingin yang saya alami di Jepang, walau suhu yang ditunjukkan berbeda. Ketika di Indonesia, saya pernah merasa kedinginan dengan suhu 25 derajat bersamaan dengan turun hujan, mungkin dingin nya sama dengan di Jepang yang suhu nya 0 derajat.

Selain peralatan yang dibutuhkan sehari-hari dalam menghadapi kehidupan di Jepang, musim dingin, kali ini saya bercerita tentang makanan. Huhuhuhu, untuk daerah seperti saya yang sedikit sekali ada yang menjual makanan halal, sangatlah sulit. Karena buat icip sana sini, jadi tidak bisa. Apalagi saya yang tinggal jauh dari kota, jadi tidak bisa menikmati makanan Jepang yang halal. Apalagi yang ada merk halal nya, jarang sekali. Jadi kalau mau beli-beli yang halal, harus pesan lewat online. Harga nya yang mahal, belum lagi ongkos kirim nya dan belum lagi biaya transfer yang dikeluarkan. Mau nya ya saya beli saja.. Hahahaha, tapi kocek nya yang tidak ada. Hahahaha.. Ya, itulah hidup, semua pasti saya lewati dan alami. Suka duka, senang susah, tapi semua menyenangkan. Makanan di sini kebanyakan terbuat dari mirin, sake, dan kadang mengandung daging yang tidak halal. Kadang dimasak bareng dengan makanan yang tidak halal dan macem-macem lah. Ya semua kembali kepada masing-masing orang. Mungkin secara tidak langsung pernah makan makanan tidak halal, karena kita tidak tahu kandunan detail dari makanan itu. Misalnya kita biasa menggunakan dry yeast dalam pembuatan roti atau donat atau pizza. Kita pasti memilih dry yeast yang halal. Nah kalau roti, pizza dan donat yang dijual-jual itu apa kita mengetahui dry yeast yang dipakai adalah halal? Selain itu juga untuk kue, kadang mengandung shortening dan gelatin (ini jelas perlu dihindarikan) dan emulsifier. Apakah yakin shortening dan emulsifier nya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian makanan lainnya. Misalnya gorengan seafood, apa yakin dimasak terpisah dengan daging tidak halal. Nah itulah sebagian yang perlu kita pertimbangkan untuk tinggal di sini. Kalau banyak uang mungkin tidak apa-apa, bisa beli makanan halal yang mungkin bisa dikirim dari Indonesia.

Jadi inti nya apa ya, kwkwkwkwkwk..
Jadi senang nggak nya itu tergantung dari :
1. Untuk berapa lama tinggal di sini, bisa sekedar liburan saja, sementara atau mau menetap lama.
Kalau sekedar liburan, pasti enak. Karena hanya sebentar dan hanya menikmati yang kita mau saja dengan pilihan yang baik dan bagus.
Kalau mau menetap, pasti enak, karena tidak perlu merasa tanggung dalam membeli barang, karena pasti berguna untuk seterusnya selama tinggal di Jepang.
Yang gak enak itu, yang tinggal sementara alias nanggung. Mau beli apa-apa jadi banyak yang perlu dipertimbangkan.
2. Kalau cukup uang dan bisa bekerja, pasti menyenangkan karena bisa mencukupi dan menutupi kekurangan yang dihadapi dan bisa jalan-jalan ke mana-mana. Atau bisa minta kirimin bahan makanan dari negeri asal.
3. Tinggal dekat dengan makanan halal, jadi kalau bosan masak sendiri, bisa beli langsung.

Tapi saya sangat salut dengan orang Jepang yang rajin dan loyal nya. Kerja keras yang dididik dari sejak kecil, terus berkembang hingga mereka dewasa. Mereka berlari bukan berjalan. Kemana-mana naik sepeda. Selesai makan membereskan semua peralatan makan dan meja makan. Setelah pipis mencuci tangan dan mengelap tangan dengan sapu tangan. Sapu tangan dan tisue selalu ada di saku. Trus kalau ada acara kumpul di lapangan luas atau di sekolah, tak sungkan-sungkan membawa barang dan bento yang banyak. Mulai dari meja makan lipat, kursi lipat, alas duduk lesehan, kompor, piring, mangkok sumpit, buah dan makanan lainnya. Laki-laki dan perempuan, termasuk nenek kakek, hampir semua bisa menyetir mobil, bisa bersepeda, saya paling jarang melihat orang bermotor. Nenek kakek di sini umur nya bisa sampai 90 tahun. Dan masih semangat untuk pergi ke mana-mana, semangat berjalan kaki, semangat naik bis, masih semangat bersepeda, masih bisa menyetir mobil, semangat mengurus tanaman. Wow banget deh, tapi saya masih belum tahu rahasia mereka yang bisa bertahan hidup lama dan masih kuat ini.

Tapi tergantung kamu lah yang menjalankan hidup, hidup dimana saja itu sebetulnya sama, pasti ada kekurangan dan kelebihan, tergantung masing-masing pribadi diri dalam menghadapi hidup. Pasti akan ada rasa mengeluh. Tapi kadang ada yang pintar menutupi kekurangan nya, sehingga terlihat selalu bahagia di mata orang lain.

Sudah dulu ya.. Ambilah sisi positif dari celotehan saya ini, Kalau tidak berguna, biarkanlah berlalu. Terima kasih kalau ada masukkan yang membangun. dan maaf jika kata-kata saya kurang berkenan di hati pembaca. Silahkan jika ingin datang ke Jepang. Masih banyak yang baik-baik nya, mungkin saya hanya merasakan sebagian dari kebaikan yang ada.

Salam,
~Mawas~ (Mom's Akira Wicaksana And Akari Sepnita)

#059 Blog Baru di Tahun 2017

Blog Baru di Tahun 2017



“Memulai itu sulit dan berat. Namun jika engkau telah melewati masa itu, untuk tahap berikutnya engkau akan menikmati nya.” Mitna desu.

Alhamdulillah di tahun 2017 ini, saya sudah bisa menulis blog lagi dengan tampilan baru dari domain blogspot. Kadang senang melihat orang-orang yang rajin menulis di blog, kenapa saya nggak?? Ayo semangat lagi nulis di blog!!! Walaupun hampir sempat down tidak semangat untuk menulis di blog. Karena kadang merasa kenapa kok saya rajin banget nulis-nulis beginian??? Memang nya akan ada yang baca? Memang nya ada yang perlu? Hahahaha, tapi dengan semangat yang pantang menyerah, setelah tanya teman, minta semangat dari suami juga, akhirnya punya hasrat dan semangat lagi untuk menulis-menulis iseng mengisi waktu dan senang dengan hasil foto saya sendiri, kwkwkwkwk. Saya tidak peduli ini berguna atau tidak, yang jelas saya hanya ingin terus melakukan apa yang saya sukai saja, apa yang bisa saya lakukan tanpa melihat kebelakang, tanpa melihat sisi negatif, yang penting mengisi waktu dan ada manfaat setidaknya untuk saya sendiri. Rajin menulis seperti ini, setidaknya menambah ide dan menuangkan pemikiran agar otak juga plong. Hihihihi.. Dan sekaligus ini menuangkan hobby saya memotret dan menuangkan memori tentang kehidupan saya dan keluarga saya. Semoga blog ini menjadi cerita perjalanan hidup saya dan anak saya selama ini, yang tidak hilang dan dapat dilihat ulang kembali ketika kita tidak mungkin berbalik ke masa lalu. Ya, masa lalu. Masa lalu yang tak mungkin kita ulang, yang tidak mungkin akan kita rasakan sama persis di saat ini atau di saat mendatang. Ibarat tulang yang sudah patah, mau diperbaiki seperti apa, tidak akan kembali seperti semula, tidak akan sesempurna seperti yang Allah ciptakan pertama kali. Blog baru ini, saya belajar secara otodidak, cari-cari sendiri di internet.

Setelah saya mulai bersemangat menulis di bog atas bantuan dan semangat dari suami dan teman saya, dari diri saya sendiri tentang meningkatkan kualitas diri, agar selalu aktif dan kreatif, tidak pelupa dan rajin saja, selalu belajar dan berusaha agar selalu lebih baik-lebih baik dan lebih baik. Jujur, saya sangat senang sesuatu dengan yang baru, indah dan cantik. Saya selalu suka melihat keindahan, semoga kedepan hidup saya selalu indah, dan cantik.

Jalan kehidupan yang kita lalui itu tak selalu lurus, akan bertemu persimpangan yang kadang membuat hati kita menjadi gundah, pilihan mana yang perlu kita tempuh. Kadang juga tidak mudah dan mulus untuk kita lewati. Ada aliran sungai yang kita lihat, ada jalanan datar yang kita lewati dan ada pegunungan yang perlu kita daki. Kadang bisa jadi kita senang di daerah perairan, kita merindukan ketengangan dengan melihat pantai. Kadang kita bising dengan bunyi kegaduhan mobil dan klakson di jalanan, dan kadang kita ingin pergi ke gunung untuk menikmati kesendirian dan mencapai puncak dengan melewati berbagai rintangan batuan.

Ya, kadang hidup itu membuat orang berada di atas, biasa dan ada juga dibawah. Namun, menurut saya semua nya indah, tergantung kita menikmati kehidupan dan mensyukuri nya. Ibarat pohon Sakura di Jepang. Dia tumbuh baik dan sempurna ketika musim semi, semua orang menyukai nya. Namun, adakala nya juga dan ada waktu nya juga, pohon tersebut tak berbunga dan tak berdaun sama sekali. Apakah pada sat itu dilirik dan disukai orang? Tidak. Dan mengapa masa indah itu hanya sebentar? Begitulah kehidupan. Sesuatu yang indah itu waktu nya hanya sedikit. Masa yang paling panjang yang dilewatkan itu adalah proses menuju keindahan itu. Perlu banyak usaha dan perjuangan yang dilakukan. Begitupula dengan blog ini. Saya sudah memulai dengan yang baru, walau masih belum sempurna, namun saya akan terus belajar memperbaiki nya agar lebih baik.



Setelah saya menulis di blog semangat saya makin bertambah, sambil mengetik-ngetik dan bermain bersama anak di rumah, tiba-tiba anak saya suka dengan lagu Zootophia yang dinyanyikan oleh Shakira. Pada saat saya melihat dan mendengar lagu nya, saya hayati satu per satu tiap lirik nya, ternyata lirik lagu ini pas dengan perasaan saya saat ini. Ketika saya hampir down dan sekarang saya semangat lagi. Lirik lagu Shakira yang berjudul Try Everything ini, bagi saya sangat bagus sebagai penyemangat saya saat ini. Berulang-ulang saya mendengarkan lagu ini, sambal menulis-nulis resep di blog saya dan berusaha memperbaharui dan memperbaiki blog saya. Bagian lirik lagu yang paling saya suka dan pas dengan kondisi saya saat ini adalah

I messed up tonight, I lost another fight
I still mess up but I'll just start again
I keep falling down, I keep on hitting the ground
I always get up now to see what's next

I won't give up, no I won't give in
'Til I reach the end and then I'll start again
No, I won't leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail


Arti nya bagus ya.. Ya inilah juga yang membuat saya semangat kembali.
Saya akan mulai lagi, tidak akan menyerah, sampai saya mencapai nya, saya akan belajar, berusaha, tidak ingin meninggalkan nya, walaupun saya gagal. Setidaknya ada sesuatu yang saya buat dan hasilnya nyata yaitu blog baru ini. Masih belajar dengan tampilan blog yang sederhana, menggunakan photoshop untuk watermark hasil foto. “Try Everything”.

Mulai blog baru tahun 2017 ini sejak bulan Februari 2017. Setelah merasa kesepian , tidak ada aktivitas dan kedinginan, akhirnya saya lebih memilih untuk tinggal dan tidak jalan-jalan keluar rumah. Cukup duduk dan berhangat di ruang televise sambal kaki damasukkan di dalam kotatsu agar selalu hangat. Mengexplore diri dengan menulis dan membaca di depan laptop. Tidak menghabiskan waktu di luar sana yang dingin nya sangat, sangat, sangat. Karena musim dingin di Jepang ini, suhu nya berkisar -7 (Kalau malam) sampai 7 (kalau siang). Jadi apa daya saya mengeksplore jepang nya cukup sabtu minggu saja bersama suami dan anak-anak, jadi bias duduk di dalam mobil yang cukup hangat. Karena hidup di Jepang yang dingin seperti ini sangat berat, karena saya sendiri belum terbiasa dengan suhu yang dingin setiap hari nya. Yang paling sangat merasakan kedinginan dari bagian tubuh saya adalah telapak kaki.

Balik lagi dengan cerita blog baru di tahun 2017 ini, sebagian besar isi nya adalah resep karena saya itu hobi dan senang memasak, dan suka serta penasaran dengan masakan dan makanan yang selama ini suka saya beli-beli. Beruntunglah saya tinggal di Jepang ini, mendapatkan kesempatan seperti ini. Makanan yang selama ini saya beli, saat ini sudah bias saya cobain sendiri. Betapa senang nya, saya tidak hanya membeli saja, tapi belajar untuk membuat nya. Sebagian resep di blog ini adalah resep yang paling saya sukai diantara resep yang saya coba-coba sebelumnya, karena saya memasak itu berulang-ulang, sesuai dengan selera anak dan suami saya. Kadang, saya menuruti resep yang ada namun kalua tidak pas di saya dan tidak pas di selera anak saya terpaksa saya mencari resep lain yang pas. Atau saya mencoba makanan, lalu saya ingat-ingat rasa nya, apakah sudah mirip dengan masakan saya seperti yang dijual-jual. Jadi insya Allah persembahan resep di sini, adalah resep yang menurut saya sudah pas bagi saya. Walaupun, agak sedikit menangis meninggalkan blog lama yang sudah banyak saya tulis dan cerita tentang keadaan jepang dan tentang kehidupan saya dan juga resep-resep nya, namun apa daya, kita harus terus melihat dan melanjutkan kehidupan yang ada di depan kita. Biarkan blog lama, mari memulai yang baru. Mudah-mudahan lebih baik, walaupun membuat dan mengembangkannya sambal merayap sedikit demi sedikit, karena banyak yang perlu dipelajari. Dan banyak resep masakan yang antri mau saya tulis, hahahaha, semangat!!!

Saya suka dengan penggalan lirik ini juga dari lagu “Try Everything”, Shakira

Don't beat yourself up, don't need to run so fast
Sometimes we come last, but we did our best


Ketika engkau sudah bisa mencapai di atas. Betapa indah nya melihat ciptaan Allah yang ada dibawah sana. Sepenuhnya engkau dapat melihat itu, tapi tidak secara mendetail engkau mendapatkannya.

Bye-bye teman-teman, Selamat menulis diblog lagi.

Terima Kasih ya Allah atas rezeki, ilmu, waktu dan kesehatan yang Engkau berikan hari ini sehingga saya bisa menuangkan tulisan dan pemikiran saya
 ini.

Alhamdulillah

Kofu Shi, Yamanashi Ken, Japan Februari 2017

Salam,
-Mawas- (Mom's Akira Wicaksana and Akari Sepnita)